Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaLingkungan

Bupati Seruyan Serius Atasi Permasalahan Sampah

4296
×

Bupati Seruyan Serius Atasi Permasalahan Sampah

Sebarkan artikel ini
Ahmad Selanorwanda

Kuala Pembuang, Warta Borneo – Permasalahan sampah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta, seharusnya ikut terlibat dalam upaya untuk mengatasi permasalahan sampah ini. Pengelolaan sampah harusnya melibatkan semua pihak secara aktif agar lebih efektif, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman.

Kepala daerah serius menangani masalah sampah, hal ini sejalan dengan target nasional untuk menyelesaikan masalah sampah sampai tahun 2029. Banyak kepala daerah membentuk satuan tugas atau tim khusus untuk mengelola sampah, bahkan ada yang bekerja sama dengan pihak swasta.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Seruyan, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Muhammad Taufik pada Rabu, 27/05/2025 Tanpa terkecuali dengan pasangan bupati dan wakil seruyan seruyan, Ahmad Selanorwanda dan H. Ahmad Supian, sangat menaruh perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Seruyan. Hal ini terlihat dari tahun 2025 ini ada tambahan anggaran sebesar 1,5 Milyar untuk operasional dan pengadaan prasarana pengelolaan sampah. Selain itu juga ada penambahan pembangunan hangar/gedung pengelolaan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU), perbaikan jalan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan PDU.

“Ditambah lagi bukti keseriusan pasangan ini dengan mengijinkan beberapa ASN menjalani program peningkatan sumber daya manusia berupa Bimbingan Teknik (Bimtek) bagi pengelola Bank Sampah, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di desa-desa sebanyak 100 orang, dengan biaya ditanggung oleh pemkab seruyan melalui DPA DLHK Kab. Seruyan dari dana Silpa DBH-DR”, katanya.

“Tidak sampai disitu saja, bahwa pada Tahun Anggaran 2025 ini Pemkab Seruyan sudah mengalokasikan bantuan operasional (Gaji karyawan 3 org, BBM, token listrik dan PDAM) untuk 2 unit TPS3R dan 1 unit Bank Sampah”, ujarnya lagi.

Dinas DLHK menyambut baik atas perhatian bupati dan wakil bupati dalam upaya bersama-sama mengurangi timbunan sampah, pendaur ulangan sampah, sampai kepada peningkatan kemampuan personil dalam mengelola sampah. Sehingga kedepannya, sampah tidak lagi dianggap momok yang menakutkan, melainkan sebagai sebuah berkah yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, mampu sebagai penyumbang PAD, dan income keluarga bagi masyarakat.

(fendi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *